Parenting tips | Mengajarkan anak bijak dalam berbelanja | Smart Shopping Education part 1

Parenting tips | Mengajarkan anak bijak dalam berbelanja | Smart Shopping Education part 1

Hai parents, pernah tidak kita menemui anak-anak yang trantum nangis di supermarket karena keinginannya untuk membeli barang tidak dipenuhi? Atau pernah tidak kita mengalami lapar mata? Saat di tempat belanja pengen banget beli suatu barang, sampai dirumah baru menyesal karena sebenarnya kita tidak memerlukan barang tersebut. Hal ini memang alamiah terjadi pada orang dewasa dan anak-anak, namun kita bisa membiasakan diri sejak dini pada anak dan diri kita agar lebih disiplin dan bijak dalam berbelanja. Oke simak aja parenting tips ala ibu masa kini ya. Dalam video ini Monique ikut mama belanja mingguan, dan kami membiasakan diri untuk disiplin dan ketat dalam hal list belanja dan budgeting. Semoga video ini bermanfaat untuk Anda. Jangan lupa like dan subscribe ya untuk melihat parenting tips smart shopping education foelr kids part 2

Iklan

Mom and kids vlog | Parenting | Cooking | Kids Challenge | Monique 3,5 tahun membuat Cookies sendiri

Mom and kids vlog | Parenting | Cooking | Kids Challenge | Monique 3,5 tahun membuat Cookies sendiri

Kali ini Monique diberi challenge oleh mama, Monique harus membuat cookies sendiri. Monique abis beli cookies cutter / cetakan lucu berbentuk hewan merk ibili di toko @hiasid. Ini adalah cetakan kedua, sebelumnya monique punya yang varian tema fashion. Nah pengen tau keseruan dan mo denger celotehan lucu monique? Saksikan terus ya video berdurasi 7 menit ini. Semoga menginspirasi para mommy dan adik2 untuk masak2 bareng di akhir pekan atau hari libur. Selamat memasak bersama..

8 Sensory play ideas with knocker ball super power

8 Sensory play ideas with knocker ball super power
Selama ini monique senang sekali dengan produk surprising egg kinderjoy, dan suatu hari saya menemukan produk buatan indonesia dan ber SNI bernama knocker ball super power. Intinya sih mirip dengan kinderjoy, setiap bola memiliki hadiah yang berbeda-beda dan tentu hal ini membuat anak-anak ketagihan untuk memilikinya. Namun apa yang terjadi setelah berhasil membuka isi bola? Biasanya mainan ini akan jadi sampah, karena anak sudah tidak tertarik lagi untuk memainkannya. Saya memiliki ide 8 permainan yang bisa saya terapkan dari knocker ball ini dan tentunya memiliki tujuan untuk merangsang sensor motorik anak. Berikut ide permainan-permainannya :
1. Surprising ball seperti memainkan kinderjoy.
Aktivitas ini memang seru buat anak-anak. Usia dibawah 5 tahun memang masa dimana mereka selalu penasaran dengan hal yang belum mereka lihat dengan jelas. Kita bisa mencoba untuk bermain menebak isi dengan cara memperbolehkan anak mengocok bola untuk mendengar suara objek di dalam, maupun membiarkannya menerawangkan bola ke sinar lampu.

2. Membuat dinosaurus dalam bola es, dan minta anak untuk melepas dinosaurusnya.
Kebetulan beberapa hadiah yang kami dapat adalah dinosaurus, lalu saya mengisi bola tersebut dengan air dan dinisaurus dan membekukannya di dalam frezer.
3. Mandi bola.
Aktivitas mandi bola sambil berendam memang menyenangkan, namun sembari having fun tak ada salahnya kita sisipi unsur belajar. Jadi selama mandi bola, saya meminta monique untuk melakukan aktivitas no. 4 hingga no 8 berikut ini.
4. Transfer bola menggunakan jepitan.
Aktivitas menjepit objek ini berfungsi untuk melatih otot jari dan tangannya untuk kesiapan kemampuan untuk menulis nantinya.
5. Belajar kombinasi warna sambil meminta memindahkan bola dengan jepitan.
Aktivitas ini bertujuan untuk menguatkan kemampuan mengenal warna. Warna pada knocker ball terdiri dari dua warna, jadi selain mengenal warna, ini juga mengasah konsentrasi dan fokus anak. Mencari perpaduan warna diantara banyak bola sambil menjepit bola tentu bukan aktivitas yang mudah bagi anak usia 2 tahun.
6. Belajar buka bola seakan-akan memecahkan telur.
Nah aktivitas ini belum bisa dilakukan oleh Monique, dia cuma bisa ngetuk ngetuk karena bola cenderung erat dan susah dilepas. Harus dilatih lagi sampai bisa.
7. Color grouping
Menggabungkan bola dengan warna yang sama.
8. Transfering water
Ini sih gampang banget dan monique seneng banget bisa memindahkan atau mengisi air ke satu sisi bola.
Permainan edukatif tidak harus mahal, 1 keranjang permainan ini setara dengan 2 buah kinder joy. Murah banget kan?
Nah jika anda punya ide permainan yang lain menggunakan knocker ball super power ini, jangan lupa tinggalkan comment dibawah ini yaaa…

Cara Membuat Play Doh Tahan Lama Tidak cepat kering

Cara Membuat Play Doh Tahan Lama Tidak cepat kering

Tutorial cara membuat lilin / clay / plasticine / doh untuk permainan Play Doh dan Fun Doh. Hai moms, minggu lalu saya dan Monique menyempatkan untuk membuat Doh lagi dengan lebih banyak warna. Mungkin teman-teman di facebook sudah bosan melihat postingan saya tentang DIY Play Doh karena saya selalu memposting hasil dari resep-resep Doh yang sudah saya coba. Dan menurut saya, yang paling cocok dengan alat-alat Fun Doh yang kami miliki adalah dengan menggunakan resep ini.

Seperti yang sudah saya katakan tadi resep ini adalah yang terbaik dari beberapa resep yang sudah pernah saya coba sebelumnya. Keunggulan resep ini tidak mudah kering terutama jika bermain di ruang ber AC, serta tidak mudah basi. Oke langsung aja ya kita simak resep dan cara membuatnya.
Resep membuat play doh :
115 gr tepung terigu
50 gr garam halus
5 sdt maizena (bisa ditambah, dikurangi, atau ditiadakan)
2 – 3 sdm minyak goreng
230 ml air suhu normal
2 sdt cream of tar tar, jika tidak punya bisa diganti dengan 2 sdt cuka masak.
Cara membuat play doh :
Campur bahan tepung terigu, garam, cream of tar tar, minyak dan air. Lalu aduk hingga kalis.
Bagi adonan menjadi beberapa warna. Setelah dibagi, tambahkan tepung maizena ke adonan yang sudah dibagi.
Rasio adonan tepung cair dengan maizena yang saya pakai acuan adalah 5 sdm adonan tepung cair banding 1 sdt munjung maizena. Jika ingin lebih keras tambah lagi maizenanya. Tujuannya memberi maizena setelah menuang warna agar masing-masing warna bisa disesuaikan tingkat kepadatan doh nya. Semakin banyak maizena tekstur akan menjadi lebih padat. Lebih cocok untuk dipakai bermain cetak play doh dengan mold.
Sedangkan untuk membuat mie, ice cream, lebih cocok jika bahan doh tidak terlalu keras, jadi untuk warna-warna yang dialokasikan untuk item tersebut saya kurangi jumlah maizenanya.
Aduk lagi hingga benar-benar tercampur dan siap untuk dimasak.
Siapkan wajan yang sudah dipanaskan dengan api kecil.
Masak seperti kita memasak telur dadar, balik dan setelah matang remas-remas doh menggunakan sarung tangan kain agar kematangan doh bisa merata.
Resep play doh / fun doh / clay / plasticine / lilin ini memang sedikit lebih menyita waktu dibandingkan dengan resep doh yang tanpa menggunakan cream of tar tar dan yang tidak dimasak, namun sesuai dengan hasil yang didapatkan.
Bahan dengan resep ini lebih tahan terhadap suhu panas dan ruang ac, jika doh yang dibuat tanpa dimasak cepat sekali kering dan meninggalkan sisa-sisa remahan, maka tidak demikian dengan resep doh ini. Biasanya doh tahan sekitar 1 hingga 2 bulan, ingin lebih tahan lama Anda dapat menyimpannya di dalam kulkas. Jika merasa sudah mulai padat, tambahkan air dan masak ulang.
Oke semoga tips dan tutorial cara membuat play doh tadi bermanfaat untuk Anda, selamat bermain bersama sang buah hati.

Memilih hewan peliharaan untuk Anak

Sebelum membaca postingan ini, coba jawab pertanyaan saya, apa yang anda pikirkan tentang hewan peliharaan? Perlukah anak anda dikenalkan dengan hewan peliharaan sejak dini? Sebelum memiliki anak, saya dan suami sudah terbiasa hidup bersama dengan hewan peliharaan. Ada banyak hal yang bisa kami pelajari dari binatang peliharaan dan bermanfaat untuk bekal parenting kami sebagai orang tua baru. Memutuskan untuk memelihara hewan peliharaan diperlukan sebuah komitmen yang kuat dan biaya yang juga tidak sedikit. Jika anda masih ragu dengan kedua hal ini sebaiknya buang jauh-jauh keinginan anda untuk memberikan anak anda binatang peliharaan. Terlepas dari semua itu, saya melihat sisi positif yang banyak jika anak saya sejak dini sudah dikenalkan dengan binatang peliharaan. Baca lebih lanjut