Memilih hewan peliharaan untuk Anak

Sebelum membaca postingan ini, coba jawab pertanyaan saya, apa yang anda pikirkan tentang hewan peliharaan? Perlukah anak anda dikenalkan dengan hewan peliharaan sejak dini? Sebelum memiliki anak, saya dan suami sudah terbiasa hidup bersama dengan hewan peliharaan. Ada banyak hal yang bisa kami pelajari dari binatang peliharaan dan bermanfaat untuk bekal parenting kami sebagai orang tua baru. Memutuskan untuk memelihara hewan peliharaan diperlukan sebuah komitmen yang kuat dan biaya yang juga tidak sedikit. Jika anda masih ragu dengan kedua hal ini sebaiknya buang jauh-jauh keinginan anda untuk memberikan anak anda binatang peliharaan. Terlepas dari semua itu, saya melihat sisi positif yang banyak jika anak saya sejak dini sudah dikenalkan dengan binatang peliharaan.

Ada beberapa hal yang perlu anda ketahui sebelum memutuskan untuk memberi anak seekor hewan peliharaan. Yang pertama harus dipikirkan adalah hewan apa yang cocok dengan gaya hidup kita dan anak kita? Lalu jenisnya apa? Bagaimana dengan tempat tinggal atau kandangnya? Berapa biaya perawatan dan makanannya? Seberapa banyak waktu yang harus diluangkan untuk menjaga dan merawat hewan peliharaan tersebut? Bagaimana dengan faktor kesehatan, apakah ada penyakit yang bisa ditularkan terhadap keluarga? Bagaimana sikap orang sekitar terhadap keputusan anda untuk memberikan anak anda sebuah hewan peliharaan?

Ada beberapa pilihan hewan peliharaan yang cocok dijadikan teman untuk anak anda dan tergantung seberapa besar usia anak anda. Berikut saya berikan ulasan dan review singkat berdasarkan pengetahuan yang saya miliki.

KUCING

Kita mulai dengan Mamalia yaitu kucing. Kucing. Mayoritas penduduk Indonesia beragama muslim dan tidak ada masalah dengan pilihan memilih hewan peliharaan kucing. Kucing memang binatang peliharaan yang imut, lucu, dan menggemaskan dengan bulu yang lembut sehingga setiap anak pasti suka melihat kucing dan ingin sekali membelai bulunya yang halus.

Kucing bisa dijadikan sebagai hewan peliharaan untuk anak setelah anak berusia lebih dari 2 tahun. Alasan pertama karena faktor kesehatan. Bulu pada kucing lebih rentan membuat alergi pada sejumlah anak terlebih apabila dalam histori kesehatan garis keturunan kita ada yang mengidap alergi pada pernafasan dan hidung.

Saat saya kecil dulu saya alergi dengan bulu kucing, dan alergi itu ditandai dengan bersin-bersin.

Jika anda ingin lebih spesifik memelihara kucing ras, anda sebaiknya ikut forum atau komunitas pecinta kucing ras tersebut, Disana anda bisa banyak belajar sifat, karakter serta cara merawat secara spesifik.

Untuk perawatan memelihara kucing mirip dengan merawat anak, setiap hari harus memperhatikan makan, minum, kesehatan, bermanja-manjaan dengannya dan menyisir bulunya jika kucing yang anda pilih merupakan jenis bulu panjang. Biaya yang dikeluarkan untuk merawat kucing bervariatif. Apakah kucing anda makan cat food atau anda memasakkan makanan rumahan? Biaya untuk merawat kucing masih mirip dengan anjing karena kebutuhannya hampir sama yaitu grooming, cat food, obat-obatan, dan mainan. Saya asumsikan dengan perawatan sederhana menghabiskan kurang lebih : Rp. 200.000- Rp. 500.000 sebulan.

Bagi anda yang tinggal di apartemen atau tidak memiliki tanah yang luas, kucing dapat menjadi pilihan sebagai hewan peliharaan untuk anak anda.

Anjing

Jujur awalnya saya takut dengan anjing, yang pertama dipikirkan adalah takut digigit karena seringkali mereka menggonggong dan suka menggigit orang yang masuk kawasannya. Memang pepatah yang mengatakan “tak kenal maka tak sayang” emang betul adanya. Dulu sih waktu kecil di doktrin bahwa anjing itu suka menggonggong, galak dan suka gigit. Apalagi sekarang di Bali penyebaran virus rabies sudah diluar ambang batas. Membuat banyak para orang tua memberikan doktrin negatif tentang anjing kepada anak-anak mereka.

Anjing adalah hewan yang mampu bersosialisasi dengan baik. Selain sifatnya yang menyenangkan, dengan mempunyai anjing kita bisa mengubah gaya hidup kita menjadi lebih teratur, lebih disiplin dan rajin berolahraga. Kenapa jadi rajin berolahraga? Anjing harus mengeluarkan energi nya agar anjing tidak merusak perabotan dirumah. Ini berlaku terutama untuk anjing jenis trah besar. Jika kita tidak memiliki banyak waktu untuk mengajaknya berlari setiap hari, pilihlah anjing jenis toy seperti Anjing Pomeranian, Chihuahua, Peking, Shihtzu, dan ada beberapa jenis trah anjing kecil  lainnya. Sayangnya anjing-anjing jenis kecil ini lebih cerewet dibanding anjing trah sedang dan besar. Jadi jika anda memutuskan untuk memiliki salah satu dari jenis anjing yang saya sebutkan diatas, harus bisa menahan sakit telinga karena suaranya yang melengking dan lebih cerewet jika menggonggong orang asing yang datang kerumah.

Perawatan anjing mirip dengan perawatan kucing, sebaiknya dua minggu sekali di grooming atau minimal dimandikan sendiri dengan memperhatikan kebersihan bulu, kulit, telinga, kuku dan mungkin perlu memotong bulu dan kumis jika agak berantakan. Tidak lupa memberikan vitamin bulu dan kalsium agar binatang anda sehat. Biaya yang dikeluarkan untuk merawat anjing secara sederhana kurang lebih berkisar dari : Rp. 300.000 hingga Rp.750.000

Anjing cocok dijadikan teman anak anda sejak usia diatas 2 tahun, karena diusia 2 tahun anak mulai mengerti tanggung jawab harus memberi makan, sudah paham bahwa anjing tidak boleh di tendang, diinjek dan diremes. Dengan catatan, anda sudah pernah memelihara anjing dan mengerti sifat anjing. Jika anda juga baru akan merawat anjing, tunggulah sampai anak anda berusia diatas 5 tahun. Tapi bagaimana jika orang tua sudah memiliki anjing sebelum anak lahir? Ada beberapa anjing yang memiliki sifat over dominan, biasanya anjing dengan karakter dominan ini akan merasa tersaingi dengan kehadiran bayi anda. Sama seperti seorang kakak yang baru mendapat adik, pasti bulan-bulan pertama cemberut dan suka caper kan? Anjing pun demikian, jadi anda harus mengantisipasi dengan melatih anjing anda dan menurunkan dominasi nya sebelum anak anda lahir agar ketika bayi anda lahir, dia merasa statusnya minimal sejajar bukan berada di piramida dibawah anjing anda. Ingat anjing adalah hewan berkoloni yang mengikuti hukum alam sekelompok kaum serigala. Mereka tidak mengenal ayah, ibu, saudara, melainkan mengenal sang alpha yaitu sang pemimpin dan yang lainnya mereka kenal sebagai koloni.

Penyakit apa saja yang bisa menular dari anjing? Penyakit yang mematikan dan berbahaya adalah rabies. Untuk mencegahnya vaksin anjing anda dan jangan dibiarkan bebas keluar rumah tanpa tali pengekang, karena jika anjing tersebut sampai digigit anjing liar yang terinveksi rabies, maka kita pula yang menanggung akibatnya. Rabies bukanlah penyakit yang serta merta merupakan penyakit bawaan dari anjing dan janganlah menjadikan issue ini sebagai alasan bagi kita untuk menyakiti anjing. Lalu ada pula beberapa penyakit anjing yang menulari manusia, saya dapatkan dari buku yang dikarang oleh Dokter Hewan di salah satu klinik hewan langganan saya. Akan saya posting rangkumannya dalam postingan khusus, harap kembali lagi yah.

Bagaimana dengan kandang dan tempat tinggal untuk anjing? Sebaiknya anjing memiliki kandang agar anjing tidak gampang untuk keluar masuk, namun dengan memasukkan nya ke kandang anda harus mau bersusah payah membersihkan kotorannya yang terkadang lengket di papan pallet kandang. Karena alasan inilah saya tidak pernah lagi mengandangkan anjing saya. Ada area dimana anjing boleh melakukan ritual buang hajatnya, sudah pasti di areal halaman rumah lah ya. Cara ini lebih praktis dan cepat, tinggal ambil sapu selesai. Anjing yang tidak dikandang juga bulunya lebih wangi dibanding anjing yang di kandang. Secara kalau dikandang kan suka nidurin air seninya. 😦

Ikan

Jadi inget dengan teman SD saya, dulu dirumahnya ada kolam ikan besar sekali. Pernah berandai-andai pengen juga nanti kalau sudah besar bisa melihara ikan, tapi sampai sekarang belum terpanggil juga tuh keinginan untuk memelihara ikan. Setiap anak pasti suka melihat ikan, mungkin karena bentuknya yang kecil dan caranya bergerak berbeda dengan hewan darat yang sering dilihatnya. Jika anda masih pemula dan ingin membelikan anak anda seekor hewan peliharaan mungkin coba dulu untuk membeli akuarium mini dan ikan dengan jumlah yang tidak banyak.

Aktivitas memberi makan ikan adalah aktivitas yang paling disenangi oleh anakku, karena saya tidak punya kolam ikan jadi ngasih makannya kalau kita pergi ke resto yang ada ikannya atau pergi ke lapangan puputan dan beli pakan ikan untuk melatih motorik halusnya meraih pakan ikan yang kecil-kecil. Ikan cocok diberikan kepada anak setelah usia diatas 1 tahun.

KELINCI

Harga sepasang kelinci di Bedugul Bali masih terbilang murah, sekitar 80.000 sepasang. Jangan pernah berpikir memberikan anak anda binatang peliharaan karena alasan harga murah nanti kalau mati tinggal beli lagi. Sifat ini akan memberi contoh yang tidak baik secara tidak langsung. Jika anak anda senang dengan kelinci dan anda sanggup untuk membantu merawatnya maka berikanlah anak anda kelinci. Kelinci adalah hewan peliharaan yang rentan untuk mati, mungkin karena perbedaan cuaca saat ditempat kita beli dengan tempat kita merawat. Lalu ada yang mengatakan sebaiknya membeli kelinci jangan cuma seekor karena pasti akan mati. Entah ini mitos atau fakta, namun ada baiknya anda membelikan minimal sepasang, karena dengan sepasang, mereka bisa saling berdekapan dan saling berinteraksi ditengah dunia yang baru mereka hadapi.

 Oke sekian dulu ulasan tentang memilih hewan peliharaan untuk anak. Semoga ulasan saya bermanfaat dan memberi masukan dalam keputusan memilih binatang piaraan dirumah anda 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s